ENGLISH       INDONESIA

Minggu, 02 Maret 2014

Mengenal Ajaran Nikolaus

Kesaksian Rohani -    Salah satu dosa jemaat di Pergamus di hadapan Tuhan Yesus adalah karena terdapat orang-orang di antara jemaat tersebut yang menganut ajaran kaum Nikolaus. Wahyu 2 : 15 “Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.”

Sebaliknya, jemaat kota Efesus dipuji karena menentang ajaran Nikolaus.Wahyu 2 : 6 "Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.”


Dari kedua ayat itu terpampang jelas betapa Tuhan sangat membenci ajaran Nikolaus, dan ini menjadi catatan terpenting kita dalam tulisan ini.Tetapi mungkin sebagian besar dari kita belum tahu siapa Nikolaus dan apa ajarannya yang sangat dibenci Tuhan tersebut.

Siapa Nikolaus? Sebagian orang telah salah mengidentifikasi tokoh yang sesat ini. Mereka menyangka dia adalah Santo Nikolaus dari Myra (hidup pada abad 4 M), yaitu tokoh yang terkenal murah hati pada anak-anak, yang menjadi ilham bagi kemunculan dongengan Santa Klaus (Sinterklaas) yang terkenal itu. Dengan sangkaan itu, secara otomatis terjadi pembusukan pada nama Nikolaus dari Myra. Tetapi sangkaan itu keliru.

Nikolaus yang dimaksud kitab Wahyu dipercaya ialah Nikolaus yang menjadi satu dari tujuh diaken pertama di Yerusalem, pada jaman gereja mula-mula, yang diangkat oleh sidang para rasul, termasuk oleh Yohanes, penulis kitab Wahyu.

Kisah 6 : 5 Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.

Dari berita itu, jelaslah bahwa sejak awal kekristenan di Yerusalem, Nikolaus telah menjadi salah seorang yang paling menonjol di antara jemaat. Khusus tentang dia, Lukas (penulis kitab Kisah Para Rasul) menambahkan keterangan bahwa dia adalah seorang penganut agama Yahudi. Keterangan itu ialah petunjuk bahwa Nikolaus bukanlah dari golongan berdarah Yahudi. Artinya, dia seorang Yunani yang menganut agama Yahudi. Dan kemungkinan, dari ketujuh diaken, hanya dia yang berdarah non Yahudi.

Berita selanjutnya tentang Nikolaus tak disebutkan lagi, sebelum akhirnya muncul kembali di kitab Wahyu. Besar kemungkinan, Nikolaus terlibat dalam perintisan gereja di Antiokhia, kampung halamannya sendiri. Kita tahu arti pentingnya Antiokhia ini di jaman gereja mula-mula, sebab di kota inilah untuk pertama kali diperkenalkan istilah “kristen”, yang bertahan sampai sekarang.

Sangat masuk akal jika menduga Nikolaus juga tentu hijrah kesana sebab ia berasal dari situ. Meski demikian, tidak ada catatan yang menyebut Nikolaus sebagai pemimpin utama di Antiokhia. Sejarah mencatat bahwa jemaat Antiokhia dibangun para rasul sendiri dalam hal ini Petrus, dan di tahun-tahun selanjutnya digembalakan Paulus dan kawan-kawan.

Mengingat Pergamus dan Efesus terdapat di ujung barat Asia Kecil, jauh dari Antiokhia di Siria, dapat kita yakini bahwa tentunya Nikolaus juga telah pergi berkeliling dunia untuk Injil dan mengajar, sama seperti rasul-rasul lainnya. Dan kita juga dapat memastikan Nikolaus tentu lebih memilih bangsa-bangsa kafir (Yunani) sebagai sasaran utama penginjilannya, sebab ia sendiri berdarah Yunani. Itu hal yang lumrah. Sebab jika ia memulai misi Injilnya di suatu kota dari tengah-tengah kelompok Yahudi di kota itu, dapat dipastikan ia akan ditolak, paling tidak sangat sulit. Hal berikutnya, ajaran Nikolaus berhubungan erat dengan budaya bangsa-bangsa kafir.

Sudah pasti Nikolaus seorang pengajar yang produktif dan berwibawa secara teologis, sehingga ia disebutkan memiliki banyak pengikut di banyak kota (meski kitab Wahyu hanya menyebut dua kota, tapi besar kemungkinan murid-murid Nikolaus juga tersebar di banyak kota lainnya).

Sejak kapan Nikolaus sesat? Alkitab tidak menyebutkan. Tetapi dapat kita pastikan, hal itu belum terjadi saat ia masih di Yerusalem. Jadi besar kemungkinan ia mulai sesat setelah terpisah dari komunitas para rasul Kristus dan bergerak sendiri mengabarkan Injil ke kalangan suku-suku Yunani kafir.

Apa yang diajarkan Nikolaus sehingga Tuhan Yesus sangat membenci ajarannya itu? Intisarinya, Nikolaus mengajarkan perdamaian doktrin-doktrin kristen dengan tradisi-tradisi kebudayaan kafir yang diinjilinya. Ia membawa orang-orang kafir itu ke dalam agama kristen, tetapi mengijinkan mereka tetap hidup dengan filsafat serta menjalankan adat istiadat kebudayaan lama mereka. Kita tahu bahwa di masa itu, bangsa Yunani adalah bangsa yang  terpelajar, berperadaban maju, sangat kaya dengan filsafat dan sangat meminati hal itu, serta kaya dengan mitologi dewa-dewa maupun legenda-legenda kepahlawanan yang tentu juga diipenuhi filsafat-filsafat.

Spirit Nikolaus ini dengan cepat merambat ke berbagai penjuru dunia, di barat dan timur, yang waktu itu masih dikuasai kebudayaan-kebudayaan kafir penyembah berhala serta rupa-rupa filsafat khususnya tentang kebahagiaan manusia. Orang-orang kafir ini menyembah tuhan-tuhan mereka yang tidak kelihatan dengan memvisualisasikannya ke dalam patung yang kelihatan.

Salah satu yang paling dipuja rakyat dimana-mana kala itu adalah Dewi Ibu atau Dewi Langit, dengan gambaran dewi yang lembut, penyayang dan menjadi tempat curahan hati, sebagaimana gambaran seorang berhati bunda. Dewi Ibu ini memiliki nama dan latar cerita beraneka ragam, tergantung dari negerinya.

Di Asia Kecil disebut Dewi Artemis. Di India disebut Dewi Laksmi dan nama lainnya. Di Tiongkok dia dinamai Dewi Kwam In. Di masing-masing negeri Dewi Bunda semacam ini ada dan sangat dipuja. Penginjil-penginjil Nikolaus memiliki cara untuk menjadikan mereka kristen tanpa kehilangan budaya kafirnya itu.

Visualisasi tuhan-tuhan melalui patung-patung sebagaimana dipraktekkan seluruh bangsa kafir sedunia, bagi ajaran Nikolaus tidak menjadi masalah, asalkan tuhan tersebut bukan lagi tuhan lama mereka, melainkan Tuhan Yesus Kristus. Di samping pengharmonisan filsafat manusia dengan ajaran Kristus, ini peninggalan spirit ajaran Nikolaus yang sampai sekarang masih diwarisi sebagian gereja. Adakah pula yang mulai berdoa di hadapan gambar-gambar lukisan wajah Yesus? Dan haruskah saya ulang-ulang betapa Yesus memandang ajaran Nikolaus sebagai salah satu pengacau besar bagi Kerajaan-Nya?

Belakangan ini ada sebagian besar gereja yang mengijinkan bahkan mensponsori jemaatnya kembali mengerjakan ritual-ritual tradisional mereka yang animistik, yang diturunkan oleh nenek moyang yang memuja iblis. Ada restu terhadap pengobatan yang dilakukan dukun-dukun maupun paranormal. Ada penerimaan terhadap praktek ritual tolak hujan, tolak bala, puji syukur pada alam melalui pemberian persembahan makanan yang disebut melarung, seperti di sungai, di laut, di danau.

Ada praktek pemakaian jimat dan tangkal dan hal itu tidak dipermasalahkan majelis gereja. Ada praktek pemanggilan atau bertanya terhadap arwah (yang sebenarnya adalah setan, tapi dikira arwah), dan hal itu diterima oleh majelis gereja dengan diam. Ada praktek adat istiadat peninggalan leluhur yang dahulu menyembah ilbis dan dewa-dewanya, dan hal itu didiamkan saja oleh majelis gereja, bahkan mereka terlibat di dalamnya. Ada praktek pemberian makanan bagi roh-roh di kuburan maupun di tempat-tempat yang disebut keramat. Ada pendirian tugu-tugu berhala untuk memuliakan leluhur yang bahkan diketahui pasti dahulu adalah seorang sekutu iblis.

Ada praktek penggalian kubur leluhur melalui ritual upacara tradisional. Ada praktek penguburan dengan pemakaian sihir, misalnya dengan menyuruh si mayat berjalan sendiri ke kuburannya. Ada penanaman ajaran-ajaran, mitos-mitos, tahyul-tahyul, dan nilai-nilai kafir yang diturunkan leluhur, dan hal itu tidak dimasalahkan gereja.

Dan berbagai-bagai ritual kebudayaan yang basic-nya kafir, semuanya itu diterima, paling tidak didiamkan oileh gereja di seluruh dunia ini, asalkan mereka tetap sebagai jemaat di gereja. Jika ditanya mengapa, gereja bahkan memiliki dasar-dasar filsafat teologis yang terstruktur dan berlapis-lapis untuk membenarkan praktek-praktek kafir tersebut. Itulah jiwanya Nikolaus, sebab Nikolaus juga tentunya memiliki alasan pembenar yang sangat cerdas bagi doktrinnya, persis yang terjadi sekarang.

Jadi intisari ajaran pengikut-pengikut Nikolaus adalah sinkronisasi kebudayaan kafir -termasuk kebudayaan sekuler- dan filsafat manusia dengan kekristenan. Semua itu menghasilkan ketidakmurnian dan kesuaman rohani.

Dan Tuhan sangat membenci ajaran Nikolaus!

Yesus merancang gerejaNya sebagai himpunan anak-anak Allah, yang keluar dari kegelapan masa lalu, ke dalam terangNya yang ajaib, yang dikuduskan, dan hidup kudus, yang lahir baru dan memancarkan buah-buah Roh, sebagai cahaya-cahaya terang bagi dunia ini, biji mata Allah sendiri.

Ia telah menetapkan kita sebagai manusia yang tak lagi berasal dari dunia, tetapi dari surga, dari hadapan Allah sendiri. Dengan demikian, Yesus menyuruh kita untuk hidup bagi kepentingan-kepentingan Kerajaan Bapa kita saja, dan barangsiapa tidak melepaskan diri dari segala milikinya di dunia ini tidak akan diterima-Nya.

Untuk apa kita mencintai dunia ini? Mengapa kita bangga dengan dunia ini? Kebanggaan kita pada dunia adalah rantai yang mengikat kita kepada dunia. Keterikatan kita pada dunia adalah dasar dari teologi Nikolaus. Nikolaus menghormati kebanggaan dan ikatan emosional penduduk yang dinjilinya dengan adat istiadat leluhur mereka meskipun itu hal-hal yang menabrak kebenaran Kristus.

Dan oleh prinsipnya yang humanis liberal itu, ia telah menjerumuskan gereja dari zaman ke zaman, dan sangat susah untuk keluar dari situ sampai sekarang. Ada "perdamaian" ajaran kekkristenan dengan berbagai filsafat manusia secara besar-besaran. Inilah yang menjadi "roh ajaran Nikolatianisme".

Jadi peringatan Tuhan di kitab Wahyu mengenai "ajaran pengikuti-pengikut Nikolaus" jelas tidak terbatas pada sosok Nikolaus dan murid-muridnya semata yang telah berlalu, tetapi juga atas pengajar zaman-zaman berikutnya hingga di akhir zaman ini yang juga melakukan sinkronisasi filsafat manusia yang dianutnya dengan ajaran Kristus Yesus. Jadi peringatan di kitab Wahyu akan "ajaran pengikut-pengikut Nikolaus" itu tetap berlaku sampai sekarang.

Tetapi engkau saudaraku, milikilah satu kesadaran saja setelah engkau menjadi anak Allah, bahwa satu-satunya kebanggaan asal-usul dan ikatan emosionalmu adalah Allah itu sendiri. Serahkanlah seluruh perasaan dan akal budimu kepada Bapa kita. Hiduplah di dunia ini dengan tetap berpegang pada tali dari surga, Firman Allah Yang Hidup, tanpa mencampur-baurkannya dengan filsafat manusia.
 
Jadilah anak Allah yang sejati. Dagingmu boleh anak suku ini atau itu. Tetapi jangan lagi terikat cinta pada segala sesuatu yang dikandung atau diajarkan asal-usul dagingmu itu terlebih jika kandungan itu sesat dan kafir, sebab daging akan turut binasa bersama dengan dunia ini. Tetapi ikatkanlah dirimu sepenuhnya pada asal-usul rohmu, yang hidup dan yang kekal, Bapa Sorgawi di dalam Kristus Yesus Tuhan kita, sebab itulah yang berkenan kepadaNya.

Ajaran Nikolaus tidak pernah mati. Ia ada dimana-mana dan dari daftar rantai yang membelenggu kaki gereja kita di dunia ini, rantai bernama ajaran Nikolaus ini adalah salah satu yang terbesar.

Tetapi janganlah sampai saudara menjadi pengikut ajaran-ajaran Nikolaus, sebab Yesus sangat membenci hal itu.Marilah kita terus bertumbuh menjadi pengikut Yesus yang murni.

    Choose :
  • OR
  • To comment
3 komentar:
Write komentar
  1. Eh....bukannya kamu sendiri SESAT....?

    BalasHapus
  2. Agama nya sendiri sesat ya, ngatain orang lain sesat, niru2 orang Islam aja

    BalasHapus
  3. Agama nya sendiri sesat ya, ngatain orang lain sesat, niru2 orang Islam aja

    BalasHapus