ENGLISH       INDONESIA

Minggu, 21 Juni 2020

Kontroversi 1 Yohanes 5:7

KONTROVERSI 1 YOHANES 5:7

Jika kita Perhatikan Teks Aslinya hanya

"Hoti treis eisin hoi marturountes"

Sebab ada Tiga yang memberi Kesaksian.

Namun kita lihat bagaimana KJV, Menerjemahkannya.


Sudah Berbeda dari Teks aslinya. Beda lagi dengan ASV dan yang lain.

Dalam Alkitab LAI sendiri, diberi Tanda Kurung.

Ini menjadi Tragedi terburuk bagi kita, sebab Gereja telah Mengkorup Alkitab.

Doktrin Mengintervensi Kitab Suci.
Jelas ini tidak bisa Dimaafkan.

Namun Bagaimanakah Sejarah Awal Mulanya Polemik ini terjadi, kita harus masuk pada Sejarah Penulisan Alkitab itu sendiiri.

Erasmus adalah Penerbit Kitab PB Yunani Pertama. Dan ketika itu Diterbitkan pada tahun 1516, itu Sudah Lengkap. Bukan lagi Gulungan-gulungan satu Chapter, atau 1 Kitab. Tapi lengkap mulai Matius - Wahyu.


Erasmus Ditugasi Paus Leo, untuk Memimpin Project Penerbitan Kitab PB Yunani.

Saat PB Yunani Pertama Diterbitkan, Teks (Tambahan) di Ayat 7 belum ada.

Sebab Erasmus Menyalin langsung dari Codex Vaticanus, dan Codex Sinaiticus.

Kedua Teks inilah yang Originalitasnya Dijamin paling Mendekati, dari semua Teks yang ada.

Kedua Teks itu Terbit pada Abad ke 4.  Tepat setelah Konsili Nichea selesai.

Kedua Teks itu saat ini disimpan di British Library, bersama Teks Maha Penting lainnya, yaitu Septuaginta.

Septuaginta adalah Salinan Kitab PL Ibrani, yang Diterjemahkan ke Bahasa Yunani.  Project itu sendiri selesai pada Abad ke 5 SM.

Perlu diketahui, agar tidak salah.

Erasmus lahir pada tahun 1466, dan meninggal pada tahun 1536.

Setelah Kitab PB Yunani Pertama selesai Dipublikasikan, Erasmus kembali Ditugaskan untuk Menerbitkan Versi Latin Vulgata.

Setelah semua Project itu selesai, Erasmus Ditugasi untuk Menerbitkan Kitab PB Yunani Versi Revisi.

Sebab Gereja sama sekali Tidak Punya Landasan bagi Doktrin Tri Tunggal mereka.

Karna di Ayat 7 itu ada kata "TIGA Kesaksian", hanya disitulah Gereja punya Peluang untuk Memasukkan Doktrin Tri Tunggal.

Perlu dicatat, Doktrin Tri Tunggal Pertama kali dicetuskan oleh Tertulianus, yaitu Rahib dari Tunisia. Dengan Background Keluarganya, Paganisme.

Jadi Paus alias Kaisar, Memerintahkan Erasmus untuk Menuliskan Teks Tambahan, pada Ayat 7 itu.

Awalnya Erasmus Menolak, sebab dia tidak menemukan Teks itu sama sekali pada Codex Vaticanus, dan Codex Sinaiticus.

Lalu karna merasa Nyawanya Terancam, Erasmus pun mengatakan " Berikan saya bukti Manuscript, agar saya mau menuliskan Teks Tambahan itu".

Lalu pada Erasmus disodorkan 8 Bacaan Varian Textus Receptus, yang mana Erasmus tau betul Teks itu adalah Gagasan Baru.

Baru muncul pada Abad ke 4 & 5 M.  Tepatnya mulai muncul pada zaman-zaman Konsili Nichea.

Sebab Pada Manuskrip Kuno sendiri, Konsep Tri Tunggal Tidak Pernah Ditemuinya.

Karna Konflik Batin & Takut Nyawanya Terancam, Erasmus oun Menerbitkan Kitab PB Yunani, dengan Catatan Pinggir.

Kitab itu mulai makin Familiar di Benak Pembaca (Para Theolog & Pendeta).

Namun Paus Masih Belum Puas, dan Memerintahkan Erasmus untuk Menerbitkan sesuai Kehendak Gereja. Dengan Ancaman yang lebih serius.

Akhirnya Erasmus pun menyerah, toh Kitab PB Yunani dengan Catatan Pinggir itu juga sudah Familiar.

Akhirnya Dimasukkanlah Teks Tambahan (Catatan Pinggir) itu, kedalam Teks Utama.

Disinilah Korupt Alkitab itu Mulai Terjadi, hingga saat ini.

Padahal "Ada Tiga Kesaksian" di Ayat 7, maksudnya adalah yang ada di Ayat 8.

Namun demi Syahwat Gereja, akhirnya Teks Suci Dibongkar-bangkir, agar Doktrin Tri Tunggal bisa punya Basis.

Dan setelah Erasmus meninggal, ternyata Syahwat Gereja tidak berhenti disana. Sebagai Pemilik Stempel "Textus Receptus" (Teks Syahih), Gereja lebih leluasa Mengoreksi lebih banyak lagi Teks, yang sekiranya Doktrin Tri Tunggal jadi memiliki lebih kuat lagi.

Nah, karna Kitab milik Gereja sudah sangat Korup, muncullah "Hort & Westcott" yang membuat Kitab Yunani Versi Origin.

Kitab itu Sama Persis dengan Kitab PB Yunani Keluaran Pertama, yang Dipublikasikan Erasmus.

Lalu mulailah Gereja Terbelah. Ada yang Menerjemahkan dari Versi Textus Receptus, ada yang dari Versi Hort & Westcott.

KJV sendiri, sebagai Kitab Kerajaan, tentu Berfokus pada milik Kerajaan juga, yaitu Textus Receptus.

Jadi Demikianlah Sejarah Penerbitan & Penggelapan Teks, dalam Gereja.

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write komentar