ENGLISH       INDONESIA

Jumat, 03 Juli 2015

Gempar..!! Alquran Tertua Ditemukan - Ternyata Quran Sekarang Korup


Di tahun 1972, saat perombakan mesjid besar di Sana'a, ibukota Yaman, para kuli menemukan kumpulan naskah dalam jumlah yang sangat besar di ruang atas dekat atap. Seluruh tumpukan naskah ini berada diantara tumpukan karung kentang. Tumpukan naskah itu tetap akan tidak diketahui jika saja Dr. Gerard Puin tidak datang ke tempat itu 7 tahun kemudian. Dr. Gerard Puin adalan ilmuwan Jerman yang ahli Qur’an.
Naskah dibukukan.


Puin seketika menyadari pentingnya penemuan itu. Bekerja sama dengan ahli Qur’an lokal, dia menyusun dengan hati² naskah² tersebut dan membuat ribuan foto. Pecahan naskah Qur'an dan gambar mesjid.
Empat pecahan naskah menangkap perhatian Puin seketika, karena berisi bagian Sura terakhir Qur’an. Dan tidak seperti Qur’an² yang ada sekarang, naskah itu mencantumkan gambar mesjid. Hal ini merupakan bukti penting keaslian naskah tersebut.



Dr. Gerard Puin:  Karena gambar ini dan pesan historisnya, kita bisa menentukan waktu sangat tepat bahwa Qur’an ini dibuat di jaman Al Walid, yakni tahun 705 - 715 M. Arab gundul. Dengan begitu kumpulan naskah ini merupakan Qur’an tertua di dunia, yang dibuat 70 tahun setelah Muhammad mati. Dari
kumpulan naskah diantara karung² kentang, Puin juga menemukan naskah-naskah dari hampir 1000 Qur’an yang berbeda. Perbedaan jenis tulisan di naskah-naskah Qur’an ini dengan tulisan di Qur’an modern sangatlah mencengangkan.


Tulisan di naskah tanpa tanda baca koma atau titik sama sekali (Arab gundul). Hal ini berarti satu huruf bisa mengandung sampai 30 arti yang berbeda.

Dr. Gerard Puin:

Banyaknya kemungkinan cara membaca Qur’an ini menunjukkan bahwa Qur’an ini tidak ditulis melalui pengimlaan per kata. Qur’an ini tidak bermakna sejelas seperti Qur’an versi Kairo.


Hasil forensik menunjukkan tulisan-tulisan lain yang ditindihi tulisan baru.

Juga terdapat penemuan lain yang peting. Teknik forensik sederhana menunjukkan bahwa tulisan lain yang telah dihapus dan ditindihi dengan tulisan lain di atasnya.

Meskipun tulisan yang tersembunyi itu menunjukkan makna yang tidak bertentangan dengan tulisan diatasnya, tapi kata-kata telah diubah, dan ayat-ayat dan seluruh Sura disusun ulang kembali.



Dr. Patrick Sookhdeo: Jika penelitian ini benar, terutama tentang tahunnya, maka ini berarti, berdasarkan fakta, Qur’an tidak tersusun sebagai satu rangkuman dan satu keseluruhan di tahun 650M, tapi  dikembangkan lama setelah itu, berdasarkan tumpukan tulisan di atas naskah tersebut. Berkenaan dengan Qur'an Sana'a ini, berikut adalah tambahan komentar Gerard Puin, kafirun Jerman yang ahli text Qur'an:
www.theatlantic.com/past/issues/99jan/koran.htm"

In a 1999 Atlantic Monthly article, Gerd Puin is saying:
“My idea is that the Koran is a kind of cocktail of texts that were 
not all understood even at the time of Muhammad. Many of 
them may even be a hundred years older than Islam itself. Even 
within the Islamic traditions there is a huge body of contradictory 
information, including a significant Christian substrate; one can derive 
a whole Islamic anti-history from them if one wants. The Qur’an 
claims for itself that it is ‘mubeen,’ or clear, but if you look at it, you 
will notice that every fifth sentence or so simply doesn’t make sense. 
Many Muslims will tell you otherwise, of course, but the fact is that a 
fifth of the Qur’anic text is just incomprehensible. This is what has 
caused the traditional anxiety regarding translation. If the Qur’an is 
not comprehensible, if it can’t even be understood in Arabic, then it’s 
not translatable into any language. That is why Muslims are afraid. 
Since the Qur’an claims repeatedly to be clear but is not—there is an 
obvious and serious contradiction. Something else must be going on.”

Terjemahan:
"Pendapatku adalah Qur'an itu bagaikan campur aduk berbagai tulisan yang tidak sepenuhnya dimengerti bahkan di jaman Muhammad. Banyak dari tulisan ini yang bahkan berusia ratusan tahun lebih tua daripada Islam itu sendiri. Bahkan dalam tradisi Islam sendiri terdapat keterangan yang bertentangan dalam jumlah yang sangat besar, termasuk bahasa Kristiani yang penting.

Jika ingin, orang bisa mendapatkan seluruh keterangan sejarah yang bertolak belakang dengan Islam. Qur'an sendiri mengaku sebagai 'mubein'  atau jelas, tapi jika kau mencoba membacanya, kau akan menyadari bahwa ada seperlima kalimat-kalimat dalam Qur’an yang tidak bisa dimengerti. Tentu saja banyak Muslim yang tidak akan mengakui hal ini, tetapi pada kenyataannya seperlima dari ayat-ayat Qur'an memang tidak bisa dimengerti.

Hal ini menyebabkan adanya usaha penolakan terhadap usaha penerjemahan. Jika Qur'an sendiri tidak bisa dimengerti, bahkan tidak juga dalam bahasa Arab, maka tentunya Qur'an tidak bisa diterjemahkan dalam bahasa lain apapun. Itulah sebabnya mengapa Muslim ketakutan. Karena Qur'an mengaku sebagai tulisan yang jelas padahal tidak, maka terdapat kontradiksi yang jelas dan serius. Tentunya ada maksud terselubung di belakangnya."

    Choose :
  • OR
  • To comment
19 komentar:
Write komentar
  1. 1. Al Quran itu ditulis pertama oleh Zaid bin Tsabit, dan saat itu Nabi Muhammad SAW juga masih hidup dan sehat. Jadi kebenarannya bahkan sudah dikonfirmasi dari sang penerima wahyu. Bagaimana dengan injil ? apakah sudah disusun saat yesus masih ada? bagaimana meyakinkan itu benar dan kepada siapa akan mengkonfirmasi?

    2. Itulah sebabnya setiap tulisan Al quran sesalu dicamtumkan teks dengan bahasa Arab karena tulisan dengan bahasa Arab memang yang sudah dikonfirmasi kepada nabi. baru setelah itu dicamtumkan dengan terjemahannya. Karen ajika diterjemahkan ful tanpa mencamtumkan aslinya maka naskah asli dan artinya kan terus hilang, dan itu yang terjadi pada injil.Perbedaan tulisan huruf memang ada sedikit pada Al Quran untuk memudahkan orang di luar arab namun itu tidak merubah teks dan pengucapan. coba anda terjemahkan cerita inggris-ke indonesi-lalu ke cina- jepang dan balikan lagi ke inggris. apa nakahnya akan sama?

    3. Al quran terjamin kebenarannya. bahkan ada jutaan penghafal alquran di dunia ini. seumpama ada merubah 1 huruf dari al quran itu sudah akan diketahui oleh orang muslim. bagamana dengan injil ? beda greja saja bisa sudah beda injilnya. saya sungguh tidak mengerti.

    4. Al quran memang benar2 kitab suci karena keseluruhannya berisi firman Tuhan. tidak ada perkataan nabi, murid nabi dan sahabat nabi. Bagaimana dengan injil? bukankah juga banyak perkataan murid yesus di dalamnya? apakah perkataan manusia akan terjamin kebenarannya? dan apakah perkataan manusia akan disejajarkan dengan Tuhan?



    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi menurut para Intelektual Islam sendiri, Alquran baru dibukukan ratusan tahun, setelah Muhammad mati.

      Masih terjadi pengumpulan-pengumpulan tulisan, ratusan tahun kemudian setelah muhammad mati, oleh Abu bakar, oleh Usman, dll.

      Lakukanlah Cek & Croscek sebelum kita berasumsi/ mengklaim, seblum kita menuduh.

      Hapus
    2. Sy tertarik dgn kalimat ini. (Bagaimana dengan injil ? apakah sudah disusun saat yesus masih ada? bagaimana meyakinkan itu benar dan kepada siapa akan mengkonfirmasi?) anda bisa tulis begini apakah pernah baca AL KITAB? sy aja pernah baca AL QURAN. kenapa??? HARAM? haram adalah sesuatu yg kita makan lalu kita muntahkan itu haram apalagi sampe kita jilat lagi itu namanya jorok apa.... Sayang kali blm lima menit. #wkwkwkwk. Intinya sama2 belajarlah.

      Hapus
    3. saya mengucapkan banyak terima kasih kepada aki sUkrO yang telah menolong saya dalam kesulitan,ini tidak pernah terfikirkan dari benak saya kalau nomor yang saya pasang bisa tembus dan ALHAMDULILLAH kini saya sekeluarga sudah bisa melunasi semua hutang2 kami,sebenarnya saya bukan penggemar togel tapi apa boleh buat kondisi yang tidak memunkinkan dan akhirnya saya minta tolong sama aki sUkrO dan dengan senang hati aki sUkrO mau membantu saya..,ALHAMDULIL LAH nomor yang dikasi aki sUkrO semuanya bener2 terbukti tembus dan baru kali ini saya menemukan dukun yang jujur,jangan anda takut untuk menhubungiya jika anda ingin mendapatkan nomor yang betul2 tembus seperti saya,silahkan hubungi aki sUkrO DI =081 242 333 760 ingat kesempat tidak akan datang untuk yang kedua kalinya dan perlu anda ketahui kalau banyak dukun yang tercantum dalam internet,itu jangan dipercaya kalau bukan nama aki sUkrO

      apakah anda termasuk yang tercantung di bawah ini.?
      1. Di Lilit Hutang
      2. Selalu kalah Dalam Bermain Togel
      3. Barang berharga Anda udah Habis Buat Judi Togei
      4. Anda Udah ke mana-mana tapi tidak menghasiikan
      5'atm ghoib
      6'uang bolak balik
      7.jual tuyul
      Solusi yang tepat Jangan Anda Putus Asa…!!!
      Anda sudah berada Di blog yang sangat tepat anda bisa rubah nasib disini dengan angka rit
      al 2D=3D=4D
      Kami akan membantu anda semua dengan Angka 2D 3D atau 4D hAsil Riktual Kami
      Anda Cukup Mengganti Biaya Riktual Angka Nya Saja 300rb Dengan
      cara kirim pulsa 300 ribu di no:081 242 333 760
      kami hanya membantu anda semua dengan Angka ritual Kami..Kami dengan bantuan Supranatural Bisa menghasilkan Angka Ritual Yang Sangat Mengagumkan…Bisa Menerawang Angka Yang Bakal Keluar Untuk Toto Singapore Maupun Hongkong…Kami bekerja tiada henti Untuk Bisa menembus Angka yang bakal Keluar..dengan Jaminan 100% gol / Tembus…!!!! Tapi Ingat Kami Hanya Memberikan Angka Ritual Kami Hanya Kepada Anda Yang Benar-benar dengan sangat Membutuhkan Angka Ritual Kami .. Kunci Kami Anda Harus OPTIMIS Angka Bakal Tembus…Hanya dengan Sebuah Otimis Anda bisa Menang…!!!
      Jika anda Membutuhkan Angka Ghoib Hasil Ritual aki sUkrO 2D,3D,4D di jamin Tembus 100% terimakasih

      Hapus
  2. Berikut adalah kronologi penyusunan mushaf Al-Qur'an :

    Periode Nabi Muhammad SAW
    Al-qur’an merupakan sumber ajaran islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad secara mutawatir pada saat terjadi suatu peristiwa, disamping rasulullah menghafal secara pribadi, Nabi juga mengajarkan kepada sahabat-sahabatnya untuk dipahami dan dihafalkan. Ketika wahyu turun Rasulullah menyuruh Zaid bin Tsabit untuk menulisnya agar mudah dihafal, karena Zaid merupakan orang yang paling berpotensi dengan penulisan. Sebagian dari mereka dengan sendirinya menulis teks Al-qur’an untuk dimilikinya sendiri.
    meskipun al-qur’an sudah tertulis pada masa nabi, tapi al-qur’an masih berserakan tidak terkumpul menjadi satu mushaf. Karena pada saat itu memang sengaja dibentuk hafalan yang tertanam didada para sahabat. Sedangkan untuk penulisannya tidak dibukukan dalam satu mushaf, dikarenakan Rasulullah masih menunggu wahyu yang akan turun selanjutnya, dan sebagian ayat-ayat al-qur’an ada yang di mansukh oleh ayat yang lain, apabila al-qur’an segera dibukukan pada masa rasulullah, tentunya ada perubahan ketika ada ayat yang turun lagi.

    BalasHapus
  3. Selanjutanya :

    Priode Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq
    Setelah Rasulullah wafat pada tahun ke-11 H, para sahabat secara aklamasi meilih Abu Bakar untuk memegang tampuk pemerintahan sekaligus menjadi khalifah. Pada awal permerintahannya Abu bakar, banyak menghadapi persoalan diantaranya sekitar 70 para Qori’ dan Huffadz, dari sekian banyaknya para huffadz yang meninggal, Umar khawatir Al-qur’an akan punah dan tidak akan terjaga, kemudian umar mengusulkan pada Abu Bakar yang saat itu menjadi khalifah untuk membukukan al-qur’an yang masih berserakan kedalam satu mushaf.
    Pada awalnya Abu Bakar menolak dikarenakan hal itu tidak dilakukan pada masa Rasulullah, akhirnya dengan dengan penuh keyakinan dan semangatnya untuk melestarikan al-qur’an, Umar berkata kepada Abu Bakar “ Demi Allah ini adalah baik “, akhirnya usulan Umar diterima. Dan kemudian Abu bakar membentuk sebuah tim yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit yang dibantu oleh beberapa orang sahabat yaitu, Umar bin Khattab, Ubay bin Al-Ka’ab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Salim bin Ma’qi.
    Mulanya Zaid bin Tsabit juga menolaknya dikarenakan pembukuan Al-qur’an tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah, sebagaimana Abu Bakar menolaknya untuk mengumpulkan al-qur’an dalam satu mushaf. Alasan umar agar segera membukukan al-qur’an agar tetap terjaga eksistensinya ditengah-tengah umat.
    Ada 2 rambu-rambu yang dipegang oleh Zaid bin Tsabit dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua : (1) ayat-ayat al-qur’an tersebut ditulis dihadapan Rasulullah, (2) ayat-ayat yang ditulis tersebut harus di hafal harus juga dihafal oleh para sahabat pada masa itu. Dan Umar tidak menerima ayat dari seseorang tanpa terlebih dahulu dibuktikan kebenarannya oleh dua orang saksi.
    Maka sejak itu panitia yang dibentuk oleh Abu Bakar mulai menyusun dan mengumpulkan hingga aku dapatkan akhir surah At-Taubah pada diri Khuzaimah al-Anshari yang tidak aku temukan dari yang lainnya, yaitu Q.S. At-Taubah : 128.
    Saking telitinya, hingga pengambilan akhir surah at-Taubah sempat terhenti karena tidak bisa dihadirkannya dua orang saksi yang menyaksikan bahwa surah at-Taubah tersebut ditulis dihadapan Rasulullah, kecuali kesaksian Khuzaimah saja. Para sahabat tidak berani menghimpun akhir ayat tersebut, sampai terbukti bahwa Rasulullah telah berpegang pada kesaksian Khuzaimah. Setelah kesaksian Khuzaimah sebanding dengan kesaksian dua orang muslim yang adil, barulah mereka menghimpun lembaran yang disaksikan oleh Khuzaimah tersebu.
    Akhirnya, rampung sudah tugas pengumpulan al-qur’an yang sangat berat namun mulia ini. Perlu diketahui, bahwa ini bukan pengumpulan Al-Qur’an untuk ditulis dalam satu mushaf, tetapi sekedar mengumpulkan lembaran-lembaran yang telah ditulis dihadapan Rasulullah SAW kedalam satu tempat.
    Lembaran-lembaran Al-Qur’an ini tetap terjaga bersama Abu Bakar selama hidupnya. Kemudian berada di Umar bin Khattab selama hidupnya. Kemudian bersama Ummul Mu’min Hafshah binti Umar sesuai wasiat Umar bin Khattab.
    Priode Khalifah Umar bin al-Khattab
    Pada masa Umar tidak terjadi penyusunan dan permasalahan apapun tentang Al-Qur’an karena al-qur’an dianggap sudah menjadi kesepakatan dan tidak ada perselisihan dari kalangan para sahabat dan para tabi’in.

    BalasHapus
  4. Selanjutnya :

    Priode Khalifah Utsman bin Affan
    Pada masa Khalifah Utsman, wilayah Negara Islam telah meluas sampai Tripoli Barat. Armenia dan Azarbajian. Pada waktu itu islam tersebar dibeberapa wilayah Afrika, syiria dan Persia. Para penghafal al-qur’an akhirnya tersebar, sehingga menimbulkan persoalan baru, yaitu silang pendapat dikalangan kaum muslim mengenai bacaan (qira’at) al-qur’an.
    Akhirnya sahabat Nabi yang bernama Hudzaifah bin al-Yaman terkejut melihat terjadi perbedaan dialek dalam membaca al-qur’an. Hudzaifah melihat penduduk Syam membaca al-qur’an dengan bacaan Ubay bin Ka’ab, mereka membacanya dengan sesuatu yang tidak pernah didengar oleh penduduk Irak. Begitu juga ia melihat penduduk Irak membaca al-qur’an dengan bacaan Abdullah bin Mas’ud, sebuah bacaan yang tidak pernah didengar oleh penduduk Syam.
    Adanya perbedaan dalam bacaan al-qur’an bukan barang baru, sebab Umar sudah mengantisipasinya bahaya ini sejak zaman pemerintahannya. Dengan mengutus Ibnu Mas’ud ke Irak, setelah Umar diberitahukan bahwa dia mengajarkan al-qur’an dalam dialek Hudhail (sebagaimana Ibnu Mas’ud mempelajarinya). Kemudia Umar berkata “sesungguhnya al-qur’an telah turun dalam dialek Quraisy, maka ajarkanlah menggunakan dialek Quraisy, bukan menggunakan dialek Hudhail”
    Selanjutnya Utsman mengutus seseorang datang kepada Hafshah agar Hafshah mengirimkan lembaran-lembaran al-qur’an yang ada padanya kepada Utsman untuk disalin kedalam beberapa mushaf, dan setelah itu akan dikembalikan lagi. Hafshah pun mengirimkan lembaran-lembarn al-qur’an kepada Utsman.
    Khalifah Utsman lalu memerintahkan Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin al-‘Ash dan Abdurahman bin Harits bin Hisyan untuk menyakinnya kedalam beberapa mushaf. Sedangkan untuk penulisannya diserahkan kepada Zaid bin Tsabit karena dia merupakan penulis dizaman Rasulullah SAW, untuk yang mendiktenya dipilih Said bin al-‘Ash, karena dia paling pintar bahasa arabnya.
    Saat proses penyalinan mushaf berjalan, mereka hanya satu kali mengalami kesulitan, yakni adanya perbedaan pendapat tentang penulisan kata “at-Taabuut”. Seperti diketahui, yang mendiktenya adalah Said bin al-‘Ash dan yang menulisnya adalah Zaid bin Tsabit. Semua dilakukan dihadapan para sahabat. Ketika Said bin al-‘Ash mendiktekan kata at-Taabuut maka Zaid bin Tsabit menulisnya Sebagaimana ditulis oleh kaum Anshar yaitu at-Taabuuh, karena memang begitulah menurut bahasa mereka dan begitulah mereka menulisnya. Tetapi anggota tim lain memeberitahukan kepaa Zaid bahwa sebenarnya kata itu tertulis didalam lembaran-lembaran al-qur’an dengan Ta’ Maftuhah, dan mereka memperlihatkannya ke Zaid bin Tsabit. Lalu Zaid memandang perlu menyampaikan hal itu kepada Utsman supaya hatinya menjadi tenang dan semakin teguh. Utsman lalu memerintahkan mereka agar kata itu ditulis dengan kata seperti dalam lembaran-lembaran al-qur’an yaitu Ta’Maftuhah. Sebab hal itu merupakan bahasa orang Quraisy, lagipula al-qur’an diturunkan dalam bahasa mereka.
    Demikianlah, mereka tidak berbeda pendapat selain dari perkara itu, karena mereka hanya menyalin tulisan yang sama dengan yang ada pada lembaran-lembaran al-qur’an dan bukan berdasarkan ijtihad mereka.

    BalasHapus
  5. Selanjutnya :
    Penambahan Tnada Baca Al Qur’an
    Sepeningalan Utsman, mushaf al Qur’an belum diberi tanda baca seperti baris (harakat) dan tanda pemisah ayat. karena daerah kekuasaan Islam semakin meluas ke berbagai penjuru yang berlainan dialek bahasanya, dirasa perlu adanya tindakan preventif dalam memelihara Umat dari kekeliruan membaca dan memahami al Qur’an.
    Upaya tersebut baru terealisir pada masa Khalifah Muawwiyah Ibn Abu Sufyan (40-60 H) oleh Imam Abu Al Aswad al Dauli, yang memberi harakat atau baris yang berupa titik merah pada mushaf al Qur’an. Untuk “a” (fathah) disebelah atas huruf, “u” (dhammah) didepan huruf dan “i” (kasrah) dibawah huruf.
    Usaha selanjutnya dilakukan pada masa Khalifah Abdul Malik Ibn Marwan (65-68 H). Dua orang murid Abu Al Aswad al Duali, yaitu Nasar Ibn Ashim dan Yahya Ibn Ya’mar memberi tanda untuk beberapa huruf yang sama seperti “ ba, ta, Tsa” . Dalam berbagai sumber diriwayatkan bahwa ‘Ubaidillah din Ziyad (w.67 H) memerintahkan kepada seseorang yagn berasal dari Persia untuk menambahkan huruf alif (mad) pada dua ribu kata yang semestinya dibaca dengan suara panjang. Misalnya, كنث (kanat­) menjadi كانث(kaanat). Adapun penyempurnaan tanda-tanda baca lain dilakukan oleh Imam Khalid bin Ahmad pada tahun 162 H. Penyempurnaan tanda baca ini sama sekali tidak merubah makna Al-qur’an, melainkan hanya membantu mempermudah dan membaku kan pembacaan nya saja sebagaimana dialek rasululloh saw.
    Di Negara Arab, Raja Fuad dari Mesir membentuk panitia khusus penerbitan Al Qur’an di perempatan abad XX. Panitia yang dimotori para Syekh Al Azhari ini pada tahun 1342 H/ 1923 M, berhasil menerbitkan mushaf al Qur’an cetakan yang bagus. Mushaf yang pertama terbit di Arab ini dicetak sesuai dengan riwayat Hafsah Qira’at Ashim. Sejak itu, berjuta-juta mushaf dicetak di Mesir dan di berbagai Negara.

    BalasHapus
  6. Kesimpulan :

    Jadi proses pembukuan dan pembakuan al Qur’an sebenarnya telah dimulai sejak masa Rasulullah Saw. Sehingga saat ini kita dapat merasakan manfaat yang luar biasa dari perjuangan tersebut, yaitu mushaf yang sudah mudah untuk dipelajari karena bacaan maupun penulisannya telah dibakukan tanpa perselisihan bacaan dan perubahan makna, sebagaimana yang terjadi pada zaman sahabat dan tabi’in.

    BalasHapus
  7. Kita debat isi AL QURAN dan AL KITAB tidak ada hbsnya. Yg penting adalah; JANGAN PERNAH MENYAKITI HATI SESAMU MANUSIA. (Islam dan nasrani jg ajarin itu). PRAKTEKAN.... GBU

    BalasHapus
  8. yah pokok nya MESKI seluruh al quran itu dibakar Tetap saja alquran akan terus ada berkat para penghafal alquran (Hafidz) , justru itu alquran terus ada hingga saat ini, oleh karena itulah amerika, isreal menghancurkan palestina sebab palestina menduduki peringkat 2 dengan penghafal quran tertinggi di dunia

    BalasHapus
  9. Onok ngak penghafal injil di bumi ini...????? Jawabya pasti ngak onoooooo...k

    BalasHapus
  10. Onok ngak penghafal injil di bumi ini...????? Jawabya pasti ngak onoooooo...k

    BalasHapus
  11. Terimakasih atas sepengetahuan nya. Tuhan memberkati

    BalasHapus
  12. Muhammad yunus trimakasih atas penjelasannya

    BalasHapus
  13. Gue/Kami=UmatISLAM. lu&lu=kristen/ kafirjimmi. Kami mengucapkan Alhamdulillah kpd Tuhan ALLOHSWT, Dzat Yang Maha Sempurna, yg tdk akan ada segala sesuatu apapun, baik dilangit maupun dibumi, yg dpt menyamai/ menyerupaiNYA. Satu(esa)yg tdk ada dua nya. Terima Kasih kpd Saudara(seIMAN), Muhammad Yunus yg telah menepis/ menangkis anggapan tentang mushaf2 Al-Qur'an, yg bernada melecehkan/minus. Keterangan dr saudara(seIMAN), adalah sangat penting, dan sekaligus menjawab komentar gerard puin, kafirun jerman. Gue ga abis pikir, kenapa sih kafirun2 itu mau bersusah payah, mencari celah untuk mendongkel agar bisa mendobrak dan selanjutnya memporakporandakan isi AL-QUR'AN, yg pada akhirnya berharap AL-QUR'AN dicampakkan, umat ISLAM berpaling darinya, dan melupakan untuk se-lama2nya. Subhanalloh wal hamdulillah wala'ilaha'illalloh walloh u'Akbar. ALLOHSWT se-baik2 penjaga.. amiin.(part1).

    BalasHapus
  14. Gue/Kami=UmatISLAM. kalian=kristen/ kafirJimmi, musyrikun=penyembah2 berhala.
    Firman ALLOH.SWT:"Telah sempurnalah kalimat-kalimat Tuhan mu, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimatNYA didalam Al-Qur'an, dan DIA lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"(QS.Al-An'am:115).
    Hey kalian kafir2, camkanlah, ape yang Gue tulis ini: "ALLOH Robbul'alamiin tidak akan berhenti menurunkan wahyu-wahyuNYA kepada Nabi Muhammad.SAW, sebelum sempurnanya Al-Qur'an.
    Permulaan dakwah Rosululloh.SAW di Makkah, pada saat itu ayat-ayat Al-Qur'an sudah mulai diDOKUMENTASIkan pada "KERTAS KULIT".
    Mushaf Ustmani yang ada hingga saat ini berdasarkan suhuf-suhuf dari Rosululloh.SAW yang diDOKUMENTASIkan pada kertas kulit dan disimpan dirumah HAFSAH (putri Khalifah Umar bin Khottob),juga istri Rosululloh.SAW.
    Kalian kafir2 sudah HEBOH cuma nemu lembaran2,salinan2,ayat2 Al-Qur'an yang sudh ditulis menggunakan KERTAS BIASA. Ha 8X. Kalian kafir2 dengan temuan2 yg tidak jelas asal-usulnya itu, kalian tidak akan berhasil mempergunakannya untuk menghina Kitab Suci Al-Qur'an.
    alhamdulillahirobbil'aalamiin. (part2).


    BalasHapus
  15. Konyol kl ttp muhamad yg mengejakan untuk zaid ya kalo dia mau bohong gak akan ketauan dong. Kan kykny dl pembelaannya alquran diturunkan dlm bentuk buku tok jd gk ada yg nulis. Eh ini trnyata dr wahyu muhamad ngeja ke si zaid yg gw baca dikomen atas. Ya kl gt mah quran bukan turunan secara langsung dong. Kan harusnya kalo langsung mah lgsg dlm bentuk buku udh jadi gt. Gmn org mau percaya ? Mending dengerin Yesus yang gak pernah melakukan dosa di dunia lah

    BalasHapus